Biasanya, setiap melintas pulau atau pelabuhan, ada sedikit sinyal ponsel. Para kru kapal biasanya juga berbaik hati mengumumkan soal sinyal lewat pengeras suara.
"Sinyal ponsel on," demikian pengumuman dari kamar anjungan KRI Makassar, Selasa (27/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telepon pacar, keluarga dan teman-teman, pamer lagi ada di kapal," ujar alumnus Universitas Diponegoro Semarang ini, Selasa (27/7/2010).
Sementara Darul, mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Makassar menghabiskan waktu satu jam untuk menelepon pacarnya nun jauh di kampung halaman.
"Tadi hampir satu jam saya telepon. Mumpung ada sinyal," terang pemuda 20 tahun ini.
Seiiring dengan melajunya kapal, sinyal ponsel pun berangsur hilang. Kerinduan pada orang tercinta pun harus ditahan hingga bertemu sinyal ponsel kembali.
KRI Makassar berlayar dari Jakarta hingga Ambon, dalam rangkaian kegiatan Sail Banda 2010. 396 Peserta menempuh rute Jakarta-Makassar-Banda dan Ambon sebelum kembali ke Jakarta. Total waktu yang dihabiskan sekitar 2 minggu lebih. Kapal ini berlayar tanggal 23 Juli dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
(rdf/lrn)











































