"Sesudah lebaran (mulai disuntik). Pada bulan puasa orang-orang mungkin malas disuntik," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedianingsih di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (27/7/2010).
Dalam minggu ini, menurut Endang sudah harus dimulai pengadaan vaksin meningitis. Jika tidak, maka dikhawatirkan sebagian jamaah haji tidak akan divaksin meningitis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endang menjelaskan, saat ini yang sudah teregistrasi adalah vaksin meningitis asal Italia. "Yang dari China masih agak jauh prosesnya. Kalau mengejar waktu, kita terpaksa memilih yang ini (Itali), tapi kita lihat lagi dalam minggu ini," papar Menkes.
Saat ditanya apakah ada kompensasi bagi vaksin maningitis yang sidah terlanjur dibeli dari Belgia, Endang membantah. "Tidak ada kompensasi, kan kita tidak membatalin. Kita kan tetap membeli," jawabnya.
Apakah nantinya vaksin yang sudah dibeli itu dijual atau ditukar dengan produk lain, lanjut Endang, nanti baru akan dibicarakan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 20 Juli 2010 lalu telah mengeluarkan fatwa bila vaksin meningitis yang diproduksi perusahaan Italia dan RRC halal digunakan. Sementara vaksin Menginitis dari Belgia dinyatakan haram karena bersentuhan dengan bahan yang tercemar babi.
(anw/ndr)











































