"Mestinya tanya dahulu, kenapa tidak hadir. Saya memang pernah tidak hadir dan itu karena sakit dan mengunjungi dapil (daerah pemilihan) saya di Wajo (Sulsel)," kata Akbar saat dihubungi detikcom, Selasa (27/7/2010).
Akbar mengaku sebagai fraksi dengan jumlah anggota terbatas, dia kadang dalam sehari pernah 7 kali rapat dalam sehari, dan 3 di antaranya dalam waktu bersamaan. Karena itu tidak mungkin dia bisa hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia yang terpenting adalah pertarungan ide dan gagasan di DPR, bukan semata soal kehadiran.
Bagaimana dengan usulan absen sidik jari? "Itu betul-betul mendegradasi, DPR sudah seperti karyawan. Buat apa datang kalau hanya duduk dan diam," tutup Akbar.
Seperti dikutip Koran Tempo edisi hari ini, Akbar termasuk dalam sejumlah anggota DPR yang rajin bolos. Berdasarkan Biro Persidangan Setjen DPR, Akbar pada masa sidang II (4 Januari-5 Maret 2010), dengan 10 kali masa persidangan, 3 kali tidak hadir.
(ndr/nrl)











































