Dilansir dari Reuters, Senin (26/7/2010), para penduduk itu menghindari konfrontasi antara pasukan NATO-International Security Assistance Force (ISAF) dengan pemberontak Taliban.
"Kejadian itu terjadi di Distrik Sangin, Helmand pada Jumat 23 Juli saat penduduk sipil berjejal untuk memasuki sebuah rumah dari lumpur untuk menyelamatkan diri dari konfrontasi," ujar juru bicara Pemerintah Afghanistan Siyamak Herawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investigasi menunjukkan bahwa roket itu ditembakkan pasukan NATO dan 45 penduduk sipil, yang sebagian besar anak-anak dan perempuan, tewas," kata Herawi.
Sementara juru bicara ISAF mengatakan Aliansi memang melakukan operasi melawan pemberontak pada Jumat lalu di Sangin dan sedang menginvestigasi penyebab tewasnya 45 penduduk sipil ini.
"Kita memiliki tim yang menyelidiki hal ini sekarang," ujar jubir ISAF Mayor Michael Johnson.
Korban sipil dalam konfrontasi antara pasukan asing yang menjadi beking Presiden Afghanistan Hamid Karzai versus pasukan Taliban tercatat paling besar kali ini. Sebelumnya, 30 penduduk sipil tewas karena serangan udara pasukan NATO di utara Kunduz, September 2009 lalu.
(nwk/nwk)











































