Kesimpulan sementara itu didapat setelah Hartono dan Hari diperiksa selama hampir 3 jam oleh Jamwas.
Menurut Jamwas Marwan Effendi, Hartono mengaku jika kepergiannya ke Australia sudah disusun jauh-jauh hari sebelum pencekalan keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Marwan, dalam pemeriksaan itu terungkap jika Hartono sudah merencanakan sejak tanggal 15 Juni 2010. Dan visa keberangkatan Hartono baru didapat tanggal 23 Juni.
Hartono juga membantah jika dianggap ada pihak dari Kejagung yang telah memberitahu dirinya akan dicekal.
"Dia (Hartono) bilang tidak ada, tidak kenal jaksa di Intel, dia tidak pernah berurusan," kata Marwan.
Senada dengan Hartono, Hari saat diperiksa juga mengatakan hal yang sama. Tidak pernah ada dari Kejaksaan yang membocorkan informasi terkait rencana pencekalan terhadap saudaranya itu.
Hartono dan Hari diperiksa selama hampir tiga jam oleh Jamwas. Namun kepulangan mereka berdua diduga tidak melalui pintu utama.
(mok/ndr)










































