Surahmat menggali sumur Senin (26/7/2010) sejak pukul 10.00 WIB bersama Surahman (32). Surahmat lalu terjatuh dari tangga bambu yang dimasukan ke sumur.
"Saya usai salat dzuhur, ingin melihat Pak Rahmat yang menguras sumur saya sudah selesai apa belum. Ternyata, Pak Rahmat jatuh saat turun sekitar tujuh meter karena salah satu bambu anak tangga patah," kata Tanto.
Tanto dan beberapa warga lalu melihat korban Surahmat yang sedang berusaha untuk menolong Surahmat yang tenggelam. Namun Surahmat tampak mengalami sesak nafas.
"Melihat Maman berusaha naik lalu saya melemparkan seutar tali dan menolong Maman yang dalam kondisi sesak napas dan sampai di atas bibir sumur langsung pingsan," tegas Tanto.
Maman sempat dilarikan ke UGD RS Prof Dr Soeroyo, Jl Ahmad Yani, Magelang. Namun sayang, Surahmat tidak sempat diselamatkan. Rahmat terlanjur mati tenggelam.
Polisi lalu mengamankan TKP, setelah memastikan sumur mengandung gas beracun. Namun belum dapat diidentifikasi gas beracun apa yang ada di dalam sumur.
Polisi pun menguji dengan sebatang lilin yang mati 10 menit setelah diturunkan ke dasar sumur. Polisi dan warga pun memasukkan anak ayam ke dasar sumur dan tidak selang lima menit, anak ayam itu langsung lemas.
Tim SAR Magelang akhirnya baru bisa mengevakuasi korban dari dalam sumur pukul 14.45 WIB. Korban lalu dibawa ke rumah duka disambut isak tangis keluarganya.
Kapolsek Secang AKP Ngadiso mengatakan gas beracun di dalam sumur adalah karbon monoksida yang keluar dari mesin pompa air diesel yang dipasang sehari sebelumnya untuk menguras sumur.
"Gas itu diduga mengumpul di dalam sumur menggantikan oksigen yang ada di sana. Kita masih akan selidiki, dengan bantuan dari puskesmas setempat," tegas Ngadiso.
(fay/mad)











































