Demikian disampaikan Jero Wacik kepada wartawan mengklarifikasi kekacauan saat pembacaan pemenang lomba di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, Senin (26/7/2010).
"Tidak ada unsur kesengajaan. Karena ingin rahasia, di lembar kerja tidak ada nama, supaya juri bisa menilai dengan objektif. Maunya ingin bagus, malah jadi keliru," kata Wacik.
Β
Sebelumnya, Putu Wijaya menyebutkan bahwa juri menilai karya tanpa disertai identas nama siswa dan sekolah. Setelah ditentukan sebagai pemenang, panitia mencocokkan karya tersebut dengan pemiliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Mendiknas Mohammad Nuh meminta kekacauan lomba tersebut tidak dibesar-besarkan lagi. "Gitu saja kok diperbesar. Musibah tadi sudah diperbaiki. Sudah diumumkan. Itu kecelakaan biasa. Kalau terus diperbaiki kan selesai. Semua dikasih hadiah," katanya ketus.
(gds/fay)











































