"Kita tunggu hasil otopsi. Kita jangan dulu menduga-duga," kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (26/7/2010).
Marwoto menjelaskan, kini jasad Syaifullah masih dalam proses otopsi. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. "Meninggal itu bisa apa saja kemungkinannya. Kita tunggu saja," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang ini kan belum tentu dipukul terus mati. Bisa saja sebelum dipukul dia sakit dulu. Sama dengan kecelakaan lalu lintas, belum tentu mati karena ditabrak," kata Marwoto.
Jenazah Syaifullah ditemukan tergeletak di ruang tamu rumah dinasnya, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Blok S2 No 07, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelumnya, istri almarhum kesulitan menghubungi korban.
Akhirnya dia meminta bantuan sahabat almarhum di Balikpapan untuk mengecek ke rumah dinas. Diduga Syaifullah yang berusia 43 tahun itu meninggal tak wajar. (ape/fay)











































