Pemenang lomba puisi, lukis, cipta lagu, dan desain batik dibacakan oleh salah seorang juri, Putu Wijaya. Pembacaan pemenang dilakukan di depan Presiden SBY, menteri dan ratusan peserta, Senin (26/7/2010).
Kesalahan terjadi, saat Wijaya membacakan pemenang kedua lomba cipta lagu. Wijaya menyebut nama Agustina sebagai juara kedua namun dengan asal sekolah yang berbeda, yaitu SMP 37 Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatalan pemenang tersebut membuat Agustina bersedih. Ia pun berurai air mata, lalu kembali ke kursi peserta.
Melihat Agustina bersedih, Agustina dipanggil kembali ke podium. Ia pun diberi peluk cium oleh Presiden SBY dan diberi penghargaan khusus oleh Ibu Ani Yudhoyono.
Kesalahan tidak ada terjadi pada Agustina. Putu Wijaya berulangkali meralat dan kebingungan membacakan pemenang lomba. Tak jarang peserta dan wali siswa berteriak kecewa. "Huuuuuu....," sorak peserta.
Melihat kekacauan itu, SBY tampak muram. Ia berulangkali menggelengkan kepala melihat kekacauan tersebut.
(gds/nrl)










































