"Masih di rumah sakit Bhayangkara untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Antonius Sutirta kepada detikcom, Senin (26/7/2010).
Antonius mengatakan, polisi masih menunggu hasil medis dari otopsi itu. Kapolres Balikpapan AKBP Aji Rafik pun masih berada di rumah sakit untuk memantau perkembangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah ditemukan tergeletak di ruang tamu rumah dinasnya, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Blok S2 No 07, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 09.00 Wita.
Menurut Redaktur Pelaksana Kompas, Budiman Tanuredja, berdasar informasi yang didapat Budiman dari rekan-rekan wartawan Tribun Kaltim, tubuh Syaifullah penuh lebam, mulut korban juga penuh dengan busa.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab kematian Syaifullah. Namun, kabar yang beredar di kalangan wartawan, ada kemungkinan Syaifullah diracun. Dugaan ini menguat, karena sebelumnya almarhum menulis tentang centang perenang tak eloknya kasus bisnis batu bara di Kaltim.
(gus/nrl)











































