Banjir Kanal Timur (BKT), pengerukan, dan pembangunan waduk sebagai solusi solusi banjir Jakarta. Selain masalah transportasi dan kemacetan yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
“Dengan penyelesaian Banjir Kanal Timur, pengerukan 13 sungai, pembangunan waduk, situ, polder, rumah pompa mobile dan rehabilitasi saluran,” ujar Fauzi Bowo. Hal ini dikatakannya saat memberikan jawaban atas pandangan fraksi-frkasi di DRPD, di kantor DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/7/2010).
Manurut Foke, sapaan akrab gubernur Fauzi Bowo, pihaknya mengharapakn komitmen bersama dalam mewujudkan proses percapatan penganggulangan banjir. “Antara eksekutif dan leguislatif,” katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pembangunan MRT, pembangunan FO/UP dan loop line. Untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” jelasnya.
Untuk pengembangan jalur kereta api lingkar (loop line), pihaknya telah berdiskusi dengan kementerian perhubungan untuk dikaji lebih lanjut.
“Sebagai pendukung, pada tahun 2011 Pemprov DKI akan menyelesaikan pembangunan Fly Over Bandengan dan Fly Over Tubagus Angke,” terangnya.
Untuk diketahui, mulai tahun 2010 direncanakan untuk membangun dua jalan layang yakni Kampung Melayu – Tanah Abang dan Antasari – Blok M. Diharapkan kedua jalan layang tersebut dapat berfungsi tahun 2012.
Untuk pembangunan busway, sampai tahun 2012 akan dibangun dan dioperasikan 12 Koridor. Sedangkan pembangunan subway atau MRT, direncanakan pelaksanaan fisiknya akan mulai dilaksanakan tahun 2011. Diharapkan MRT tersebut dapat beroperasi mulai tahun 2016.
(fiq/mad)











































