"Saya termasuk yang tidak setuju pemotongan remunerasi kepada anggota Dewan. Nanti seperti buruh lepas saja," kata Pram, sapaan akrab Pramono, usai memimpin rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/7/2010).
Namun, untuk usul pengadaan pemindai jari (finger print), mantan Sekjen PDIP sangat menyetujuinya. "Masuk ke toilet pake finger print, masuk ke ruang rapat pake lagi. Jadi biar tidak hanya menitipkan tanda tangan. Hasilnya kemudian bisa diumumkan kepada publik," kata Pram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(lrn/yid)











































