"Kami sudah minta keterangan petugas sekuriti perumahan yang bertugas 24 jam. Tidak ada tamu mencurigakan sebelum korban ditemukan meninggal," kata Kapolres Balikpapan, AKBP Aji Rafik, ketika dihubungi detikcom dari Samarinda, Senin (26/07/2010).
Menurut Rafik, hasil identifikasi awal terhadap jenazah, tidak ditemukan bercak darah. Selain itu, di rumah kontrakan tersebut juga tidak ditemukan tanda-tanda pembongkaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rafik berjanji akan mengusut tuntas kasus kematian Syaifullah ini. Dia berharap, hasil otopsi terhadap jenazah Syaifullah bisa mengungkap kasus ini.
"Dari hasil outopsi baru bisa kita simpulkan apakah korban meninggal karena sakit atau dibunuh," imbuh Rafik.
Ditambahkan Rafik, saat ini jenazah berada di RS Bhayangkara, Jl Jenderal Sudirman, Balikpapan, untuk diotopsi sore nanti. Sedangkan istri korban telah berangkat dari rumahnya di Banjarmasin menuju Balikpapan.
Sebelumnya istri korban keberatan jenazah suaminya diotopsi. Namun pihak kepolisian tetap melakukan proses otopsi karena kematian korban mencurigakan.
"Meski tidak setuju, kita tetap otopsi karena kematian korban mencurigakan," tegas Rafik.
(djo/djo)











































