Meski demikian, ketegasan Bang Yos dinilai efektif untuk mengatur Ibukota. Lalu bagaimana solusi yang ditawarkan Bang Yos untuk mengatasi kemacetan?
"Mengatasi kemacetan itu perlu dibuat transportasi massal. Massal itu bisa mengangkut orang dalam jumlah yang besar, dan itu yang seharusnya dikerjakan," ujar Bang Yos saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah kumpulkan para ahli, kita perlu sistem transportasi massal yang memadai. Makanya dulu saya akan buat busway, monorel, subway dan waterway," tambahnya.
Menurutnya, busway nantinya akan sampai 15 koridor yang terintegrasi dengan monorel, subway maupun waterway. Busway lebih dulu dibuat karena biayanya paling murah sehingga bisa segera dilaksanakan.
"Tapi setelah tiga tahun saya turun, baru nambah satu koridor. Itu pun infrastrukturnya saya yang buat. BKT dan BKB bukan sekadar saluran air mencegah banjir, tapi bisa jadi sistem transportasi (waterway)" terangnya.
Untuk bisa merealisasikan tiga moda transportasi lainnya, mantan Pangdam Jaya ini pun meminta pemerintah pusat untuk membantu Pemda DKI.
"Pemerintah pusat bisa mencarikan investor untuk moda lainnya. Dan pasti banyak investor yang mau karena bisnis transportasi pasti menguntungkan," katanya.
Setelah membuat sarana transportasi, masih menurut Sutioyoso, pemda perlu membuat kebijakan untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi agar masyarakat beralih ke tranportasi masal.
"Kita bisa pakai electronic road pricing (ERP). Pemasukannya nanti bisa kita berikan untuk subsidi tranportasi masal biar tiketnya lebih murah," tutupnya..
(her/mad)











































