Kematian Syaifullah Pertanda Buruk Bagi Keamanan Pekerja Pers

Wartawan Kompas Meninggal

Kematian Syaifullah Pertanda Buruk Bagi Keamanan Pekerja Pers

- detikNews
Senin, 26 Jul 2010 12:54 WIB
Kematian Syaifullah Pertanda Buruk Bagi Keamanan Pekerja Pers
Jakarta - Jika kasus kematian wartawan Kompas M Syaifullah tidak terungkap dengan baik, artinya ada ancaman yang kian nyata terhadap pekerja media. Setiap kematian yang tidak wajar terhadap awak media merupakan sinyal buruk terhadap kebebasan pers.

"Setiap kematian yng tak wajar terhadap wartawan, itu pertanda buruk bagi kita semua. Itu sinyal buruk bagi keamanan pekerja pers, bisa juga ancaman bagi kebebasan pers," kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan kepada detikcom, Senin (26/7/2010).

Menurut anggota Komisi I DPR dari FPD ini, semua pihak yang berkepentingan dengan kebebasan pers dan demokrasi harus menyatukan langkah untuk bersama-sama mengungkap kasus ini. Sebab, meski yang tewas itu wartawan Kompas, dalam konteks kebebasan pers menjadi kepedulian semua media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak bisa lokalisir ini isu daerah atau internal Kompas. Tapi, ini jelas isu nasional dan isu kebebasan pers. Aparat kepolisian harus bekerja cepat mengungkap tabir wafatnya wartawan tersebut," ajaknya.

Mantan Pemred Harian Jurnal Nasional ini ikut menyampaikan rasa bela sungkawanya atas kasus ini. Dia mengajak semua pihak untuk bersatu menginvestigasi kasus ini secara transparan.

"Saya menyatakan belasungkawa. Jika ada sesuatu yang mencurigakan di balik meninggalnya rekan wartawan tadi, siapapun tak bisa sembunyikan. Mari semua pihak koperatif. AJI, PWI, Dewan Pers harus tanggap juga," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, wartawan Kompas Muhammad Syaifullah yang juga merupakan Kepala Biro Kompas di Kalimantan yang berkedudukan di Balikpapan, ditemukan meninggal di rumah kontrakannya pukul 09.00 Wita. Kematiannya mencurigakan, karena tubuhnya penuh lebam dan keluar busa dari mulutnya.
(yid/fay)


Berita Terkait