"Kita bentuk 3 tim dalam menyelidiki kasus ini," kata Kapolres Bekasi Kabupaten AKBP Setija saat dihubungi wartawan, Senin (26/7/2010).
Setija mengatakan, tim pertama terdiri dari unit reserse dan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Tim pertama dibentuk untuk meyakinkan keluarga korban. "Karena bagaimana pun, pihak keluarga menganggap itu sebagai aib," ujar Setija.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, tim itu telah bekerja keras guna mengusut pelaku penyebaran. Polisi awalnya kesulitan dalam melakukan penyelidikan. "Kita betul-betul berangkat dari nol," kata dia.
Tingkat kesulitan paling besar terletak pada saat menganalisa rekaman tersebut. Polisi juga kesulitan dalam mengidentifikasi korban. "Karena awalnya korban susah untuk dimintai keterangan," kata Setija.
Polisi harus meneliti tempat kejadian tersebut sehingga diyakini betul peristiwa itu terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi. "Kita lihat dari potongan-potongan tempatnya, ada tulisan-tulisan yang membuat kita yakin kejadian itu terjadi di wilayah kami," paparnya. "Kita betul-betul berangkat dari nol," kata dia.
Tingkat kesulitan paling besar terletak pada saat pihaknya menganalisa rekaman tersebut. Polisi juga sempat kesulitan dalam mengidentifikasi korban. "Karena awalnya korban susah untuk dimintai keterangan," katanya.
(mei/aan)











































