"Hanya ada obat pusing bodrex dan obat migrain," kata saksi mata, Wahyu, saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2010). Sebelumnya, Kapolres Balikpapan AKBP Aji Rafik menyatakan, pihaknya menemukan sejumlah obat umum dan resep dokter di TKP. Bahkan dia menduga Syaifullah meninggal akibat sakit jantung, hipertensi dan diabetes.
Selama kenal sejak liputan di Kalimantan, Wahyu yang mantan kontributor Trans TV dan kini bekerja di perusahaan swasta ini, mengaku terakhir bertemu pada Maret 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Kompas, Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.
Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).
(ndr/nrl)










































