"Jadi pemimpin itu harus konsisten dan berani. Bagaimana masyarakat mau beralih ke bus Tranjakarta kalau jalurnya tidak steril," ujar Sutiyoso saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/7/2010).
Menurut pria yang akrab disapa Bang Yos ini, untuk mengatasi kemacetan di Ibukota yang sudah akut, kebijakan yang dibuat harus diterapkan dengan tegas, dan tidak perlu kompromi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tidak tegas, Foke juga dinilai tidak melanjutkan cetak biru yang telah dirancang saat dirinya masih menjadi gubernur DKI.
"Sebelum saya keluar, saya sudah buat 7 koridor dan membuat 3 infrastruktur. Tapi sampai tiga tahun setelah saya keluar, baru nambah 1 koridor dan itu pun dari infrastruktur saya. Padahal rencana saya ada 15 koridor," terangnya.
Untuk bisa mengurai kemacetan di Jakarta, Sutiyoso pun berpesan agar Fauzi Bowo melaksanakan rencana yang telah dia buat untuk mengatasi kemcetan.
"Pemerintah pusat juga harus membantu pemda. Dalam hal ini bisa dengan cara mencarikan investor untuk proyek angkutan massal lainnya," tutup mantan Pangdam Jaya ini.
(her/nrl)










































