"Menurut saya, ini ancaman buat kebebasan pers dan dalam bentuk yang lebih serius, ini ancaman untuk demokrasi. Karena pers bagian dari pilar demokrasi," kata anggota Komisi I DPR, Ahmad Muzani, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/7/2010).
Politisi Gerindra meminta agar meninggalnya wartawan Kompas diusut secara terbuka. "Dia meninggal karena apa, sebabnya apa, dan apakah ada hal-hal yang mencurigakan. Kalau ini serius, kami Komisi I akan memanggil Dewan Pers untuk membahas masalah ini," ujar Muzani. Komisi I membidangi informasi, termasuk pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, kata dia, negara harus mengambil alih seluruh proses kekerasan yang terjadi.
"Kalau tidak cepat dilaksanakan oleh Kepolisian dan Kejaksaan, maka orang yang merasa kuat apakah karena kekuasaan atau harta, bisa seenaknya melakukan ancaman. Ini tidak boleh terjadi di negara hukum," kata dia.
(aan/nrl)










































