Di kapal KRI Makassar yang berlayar dari Jakarta ke Ambon, dalam rangka Sail
Banda 2010, para peserta Pelayaran Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari
(LNRPB) pun harus mengikuti aturan makan yang berlaku di kapal ini.
Mau tahu makanan apa yang disajikan di kapal ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saat makan malam biasanya disajikan sepotong ikan dan sayur.
Rasanya cukup nikmat. Lumayan Maknyuss kalau kata Pak Bondan. Apalagi saat lapar berat usai seharian mengikuti kegiatan.
"Makanannya tidak ada masalah. Rasanya enak, walau sayurnya kebanyakan kuah," ujar Emil, seorang peserta pelayaran ini.
Setiap peserta, dapat jatah satu porsi. Jangan coba-coba ambil dua porsi atau lebih, petugas kamar makan siap menegur.
"Maaf, lauknya satu-satu saja. Nanti kasihan yang lain tidak kebagian," ujar
petugas tersebut pada peserta yang melanggar.
Yang ditegur pun biasanya dengan malu mengembalikan kelebihan lauk ke tempat
semula. Di sini mereka belajar untuk berbagi dengan rekan-rekan mereka.
Makan pun ada aturannya. Memasuki ruangan makan, tidak diperkenankan menggunakan celana pendek. Tidak ada piring atau sendok yang disediakan. Yang ada hanya baki dari seng untuk wadah makanan. Makannya pun menggunakan tangan.
Setelah makan, para peserta berbaris untuk mencuci baki yang tadi mereka gunakan untuk makan.
Makan pagi dihidangkan pukul 07.00-08.00 WITA, makan siang pukul 12.00-13.00 WITA dan makan malam mulai pukul 18.00 hingga 19.00 WITA. Jangan sampai telat karena di luar itu petugas tidak menyediakan makanan.
Detikcom mengikuti pelayaran ini dalam rangkaian peliputan Sail Banda 2010. Rute yang ditempuh dari Jakarta-Makassar-Banda-Ambon selama kurang lebih 2 minggu. (rdf/mad)











































