Kompas Tunggu Penyelidikan Polisi, Wapimred Diutus ke Kalimantan

Wartawan Kompas Meninggal

Kompas Tunggu Penyelidikan Polisi, Wapimred Diutus ke Kalimantan

- detikNews
Senin, 26 Jul 2010 11:44 WIB
Kompas Tunggu Penyelidikan Polisi, Wapimred Diutus ke Kalimantan
Jakarta - Hingga saat ini Harian Kompas masih menunggu hasil penyelidikan polisi terkait meninggalnya Muhammad Syaifullah, wartawan Kompas yang juga kepala biro Kompas di Kalimantan. Untuk menggali lebih jauh meninggalnya Syaifullah, Kompas juga mengutus Wakil Pemimpin Redaksi (Wapimred)  Trias Kuncahyono terbang ke Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Sekarang masih diselidiki polisi, kami belum mengetahui secara jelas apakah ini terkait pemberitaan," kata Pemimpin Redaksi (Pimred) Harian Kompas, Rikard Bagun, saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2010). Saat itu, Rikard ditanya apakah kematian Syaifullah dicurigai terkait pemberitaan mengenai bisnis tambang batubara yang merusak alam Kalimantan.

Rikard masih menunggu informasi yang lebih jelas dan lengkap mengenai kronologi meninggalnya Syaifullah. Namun, dia menjelaskan ada informasi dari mantan wartawan yang merupakan kawan dekat korban, bahwa Syaifullah ditemukan meninggal dalam kondisi mulut penuh busa dan tubuh membiru.

Saat ini, kata Rikard, jenazah masih dilakukan otopsi di RS Bhayangkara, Balikpapan. Pihak keluarga memang meminta agar jenazah diotopsi untuk mengetahui apakah Syaifullah meninggal secara wajar atau tidak.

Untuk mengetahui informasi meninggalnya Syaifullah dan juga melakukan koordinasi terhadap penanganan kasus ini, Kompas mengirimkan dua pejabat Kompas ke Balikpapan. "Hari ini, Wakil Pimred Trias Kuncahyono dan editor Nusantara dikirim ke Balikpapan untuk mengetahui secara jelas berita duka ini," kata Rikard.

Di Balikpapan, Syaifullah tinggal di rumah dinas seorang diri. Sementara istrinya tinggal di Banjarmasin. "Pusat biro Kalimantan memang berpindah-pindah. Sebelum di Balikpapan, dulu berpusat di Banjarmasin," kata Rikard.

Seperti dikutip Kompas, Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.

Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan.  Syaifullah yang merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.

(asy/nrl)


Berita Terkait