"Sekarang jenazah masih diotopsi di RS Bhayangkara," kata Redaktur Pelaksana (Redpel) Kompas Budiman Tanuredja saat dihubungi detikcom pukul 10.30 WIB.Β Menurut Budiman, pihak keluarga yang meminta jenazah Syaifullah diotopsi.
Mengenai sikap Kompas, Budiman mengatakan, pihaknya akan bersikap setelah keluar hasil otopsi. "Kami masih menunggu hasil otopsi, apakah kematiannya wajar atau tidak," kata Budiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip Kompas, Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.
Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan.Β Syaifullah yang merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
(asy/nrl)











































