Hal tersebut disampaikan Linda kepada wartawan seusai menghadiri acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di taman Balekambang, Solo, Senin (26/7/2010).
Linda mengatakan pada peringatan HAN tahun 2010 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Jumat (23/7) lalu, dia bersama Mendiknas menyertai Presiden sepanjang acara dari awal hingga akhir. Namun dia mengaku tidak melihat atau mengetahui insiden penoyoran salah satu anak peserta acara yang dilakukan oleh pengawal Presiden.
"Kami juga tidak mendapat laporan adanya tentang peristiwa itu. Saya tahunya justru dari media. Jadi saya kira peristiwa itu tidak perlu dibesar-besarkan karena memang tidak ada bukti atau laporan apa pun mengeni itu," ujar Linda.
Meskipun kasus itu melibatkan anak-anak sebagai korban, namun Linda mengatakan bukan ranahnya untuk menindaklanjuti. Lagi pula pihak Istana melalui Jubir Presiden juga sudah memberikan keterangan yang cukup gamblang. Dengan demikian pihaknya menganggap tidak perlu lagi untuk mengambil langkah lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut.
Meskipun meragukan kebenaran insiden itu, namun Linda juga mengatakan tidak diperlukan pembentukan tim khusus untuk mencari fakta yang sebenarnya. "Tidak perlu untuk itu (membentuk tim khusus). Tidak ada bukti yang menguatkan. Lagi pula masih banyak hal lain lebih perlu untuk diperhatikan.
Sebelumnya dilaporkan seorang anak berinisial CL mengaku ditoyor seorang Paspampres usai bersalaman dengan Presiden SBY. Insiden itu terjadi setelah pementasan operet anak-anak dalam rangka HAN di Sasono Langen Budoyo TMII dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2010 yang dihadiri Presiden.
(mbr/nrl)











































