Tradisi Kekerasan di Lingkaran Kekuasaan

Tradisi Kekerasan di Lingkaran Kekuasaan

- detikNews
Senin, 26 Jul 2010 08:04 WIB
Tradisi Kekerasan di Lingkaran Kekuasaan
Jakarta - Kekerasan yang dilakukan oleh lingkaran dalam kekuasaan dalam beberapa minggu terakhir terus terjadi. Pengamanan presiden oleh pasukan pengawalan presiden dari berbagai unsur.

Pada pertengahan Juli publik mendapatkan suguhan suara miris. Seorang pengendara mobil yang biasa melintasi kawasan Cibubur mengalami tindak kekerasan saat iring-iringan mobil presiden hendak melintas.

Dalam surat pembaca yang dimuat di Harian Kompas, pria yang sedang berkendara dengan putrinya itu mengaku kap mobil dan spion yang dia kendarai dipukul oleh petugas. Tak cuma itu, petugas itu bahkan mengeluarkan kalimat ancaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas insiden ini, Istana pun meminta maaf dan akan mengubah sistem pengawalan rombongan kepresidenan agar tidak membuat macet jalanan dan lebih arif terhadap pengguna jalan.

Belum selesai insiden ini mencuat, kembali muncul perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh lingkaran dalam kekuasaan. Saat memperingati Hari Anak Nasional di TMII, salah satu anak mengaku ditoyor oleh personel Paspampres.

Meski belakangan Paspampres membantah karena ciri-ciri pelaku tidak sama dengan anggota Paspampres yang bertugas pada saat itu, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di sekitar presiden harus diusut.

"Kita akan menulis surat kepada Komandan Paspampres agar dicari tahu pelakunya. Ini mencederai hari anak nasional," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, kepada detikcom, Senin (26/7/2010).

Awal tahun lalu, anggota Paspampres Pratu LH membunuh pacarnya, Mia Peragawati, yang sedang hamil 7 bulan. Tragedi ini pun membuat publik marah, dan meminta agar kasus ini diusut tuntas.

Atas perbuatannya ini, Pratu LH terancam dicopot dari militer. Namun higga saat ini, belum ada kabar terbaru mengenai perkembangan kasus pembunuhan sadis itu.

(anw/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads