"Yang pertama kita sudah monitor kejadiannya. Semua barang bukti diambil polisi. Penyebab pastinya kita belum tahu," kata Vice President Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra saat dihubungi detikcom, Jakarta, Minggu (25/7/2010) malam.
Sebelumnya korban mengaku ledakan berawal dari kebocoran pada pentil tabung gas 3 kg.
"Kalau kita hanya mengidentifikasi keterangan masyarakat, belum bisa dijadikan kesimpulan," imbuh Basuki.
Pertamina juga akan mengecek apakah masyarakat dalam menggunakan tabung gas 3 kg sudah sesuai dengan cara-cara yang telah ditentukan. Sehingga kejadian ledakan-ledakan yang selama ini terus terjadi bisa diminimalisir.
Sebelumnya, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, Ledakan gas akibat kerusakan pentil kerap terjadi karena kelalaian konsumen.
(anw/van)











































