"Takut kalau pakai gas. Murahan minyak tanah, aman. Kalau gas, kita tinggal meleduk deh, kebakaran deh," ujar salah seorang pemilih, Nurhayati (39) di lokasi, Minggu (25/7/2010).
Seperti halnya Nurhayati, pemilih yang lain, Turah (55), mengatakan selain faktor aman. Dirinya memilih minyak tanah karena faktor finansial.
Menurut Turah, meski harga tabung gas 3 Kg lebih murah dibanding harga minyak tanah yang per liternya Rp 8.500 namun dirinya mengaku berat harus mengeluarkan uang sebesar harga tabung gas 3 kg secara langsung.
"Lebih murah gas, praktis, gampang, tanpa nyundut. Tapi beli 15 ribunya itu, susah. Kalau lagi punya uang beli, kalau lagi nggak ada," jelas Turah.
Berbeda dengan Nurhayati dan Turah yang memilih minyak tanah. Peni (43) justru lebih memilih gas.
Alasannya, selain karena penggunaannya praktis, juga tidak mengotori tempat sekitar. Selain itu, menurut perempuan yang berprofesi sebagai pedagang makanan sarapan pagi ini, harga tabung gas lebih murah dibandingkan dengan harga minyak tanah.
"Kalau minyak tanah 2 liter, sekali ngisi besok beli lagi. Se-liternya Rp 8 ribu. Kalau tabung gas 3 Kg bisa seminggu dua kali ngisi tapi harganya kan Rp 14 ribu," kata Peni.
Sebelumnya, LSM Bendera menggelar pemilu tiruan dengan kontestan minyak tanah melawan tabung gas. Tujuannya ingin mengetahui preferensi warga. Apakah mereka memilih minyak tanah atau gas.
(ddt/fay)











































