Pemilu unik ini digelar oleh LSM Bendera, Minggu (25/7/2010). Warga sekitar datang ke sebuah TPS. Mereka lalu diberi surat suara berukuran setengah lembar kertas A4.
Pada kertas suara memuat kandidat nomor 1 yang bergambar kompor minyak tanah dan jerigen. Kandidat nomor 2 bergambar kompor gas dan tabung 3 kg. Warga lalu menuju bilik suara berupa dua meja yang diberi sekat triplek. Suara lalu dimasukkan ke kotak suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tidak menampik, jika pemilu bohongan semacam ini kurang representatif untuk menggambarkan suara rakyat. "Makanya nanti juga kita akan lakukan di beberapa kelurahan lain di Jakarta," ujarnya.
Namun pantauan detikcom, pelaksanaan pemilu minah vs gas ini tidak tertib. Masih banyak orang mengantri mencoblos, tapi kertas suara sudah dihitung.
Mereka yang memilih minyak tanah diberi tepuk tangan. Sedangkan yang memilih gas, malah disoraki, "Huuuuuuu!". Hingga pukul 14.15 WIB, 'Pemilu' ini masih berlangsung.
(ddt/fay)











































