"CL sempat bilang ke saya, kalau tahu jadi ramai gini mending nggak usah ngadu. Saya harap itu tidak terjadi, anak-anak harus berani mengadu," kata Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak (PA) Seto Mulyadi kepada detikcom, Sabtu (24/7/2010) malam.
Menurut Kak Seto, begitu ia biasa disapa, kasus ini memang telah menjadi bumerang bagi CL. Bocah tersebut merasa terbebani dengan pemberitaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sempat disesali, langkah yang dilakukan CL tetap dihargai. Anggota Persatuan Artis Remaja dan Cilik Indonesia (PERCI) itu berani menyampaikan hal yang dialaminya kepada orang lain.
Kak Seto menilai, setiap pengaduan tidak harus selalu berujung pada pemberitaan yang bombastis. Ada mekanisme yang sifatnya lebih tertutup untuk menyelesaikan permasalahan anak.
"Kalau ada apa-apa. Jangan takut mengadu, selalu ada penyelesaian yang lebih konstruktif dalam sebuah kasus," tutupnya.
Sebelumnya CL mengaku ditoyor oleh seseorang yang diduga pengawal SBY usai bersalaman dengan presiden di Hari Anak Nasional di TMII. Setelah ditoyor, CL pusing-pusing dan menangis.
Namun, dalam perkembangannya, Paspamres dengan tegas membantah jika ada anggota yang melakukan tindakan seperti itu. Buktinya, seluruh anggota menggunakan pakaian batik, sementara CL mengaku melihat penoyornya berpakaian gelap dan hijau.
Kini, keluarga CL minta kasus tersebut dihentikan. Komandan Paspamres juga berjanji tidak akan memperpanjang masalah ini.
(mad/mad)











































