Gempa Susulan di Sumut Tetap Perlu Diwaspadai

Gempa Susulan di Sumut Tetap Perlu Diwaspadai

- detikNews
Sabtu, 24 Jul 2010 23:01 WIB
Jakarta - Gempa berkekuatan 5,3 SR kembali mengguncang wilayah Sumatera Utara setelah pagi tadi kekuatannya mencapai 6 SR. Kemungkinan adanya gempa susulan masih ada, sehingga warga tetap perlu waspada.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di 1,02 Lintang Utara dan 99,50 Bujur Timur dan kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa, berada di 18 kilometer Barat Laut Panyabungan, 45 kilometer Tenggara Padangsidempuan, 113 kilometer Sibolga, 123 kilometer Barat Laut Lubuk Dikaping dan 1140 kilometer Barat Laut Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tapi, dari analisa yang baru kami buat, ada empat dasar pijakan yang perlu kita sampaikan pada para pejabat di daerah rawan gempa, untuk meningkatkan kewaspadaan," kata staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief kepada detikcom, Sabtu (24/7/2010).

Analisa pertama yakni, hasil analisa pakar geoteknologi LIPI, Dr Danny Hilman, di kawasan Barat Sumatera, ada potensi gempa besar. Terutama, di kawasan Mentawai.

"Hasil penelitian pakar gempa itu menunjukkan, bahwa potensi gempa yang ada di dalam bumi di barat Sumatera, masih tersimpan energi yang cukup besar, meskipun di tempat itu pernah dilepaskan energi gempa besar," kata Andi.

Kedua, dari pengumpulan data statistik, dimana Stafsus mendapat asistensi dari pengamat gempa, Ir Didik, ada pola pengulangan gempa di kawasan barat Sumatera. "Pola ini dianalisa sebagai data statistik dengan memantau gempa Sumatera selama 20 tahun terakhir," tambahnya.

Ketiga, adanya penghitungan statistik keterkaitan gempa dengan posisi bulan terhafap bumi. Yaitu, apogee, di mana bumi dan bulan mencapai jarak terjauh dan perigee, di mana gaya gravitasi bumi berubah karena posisi jarak bulan dengan bumi.

"Pada beberapa hari ke depan ini, hitungan jarak bumi adalah parigee. Jadi, perlu kita waspadai bahwa faktor gravitasi bisa menjadi stimulan rambatan gempa," lanjutnya.

Dan pertimbangan keempat, berdasarkan pada peta seismic hazard. "Bahwa, berdasarkan peta yang dibuat para ahli, kawasan di Barat Sumatera berpotensi dengan gempa susulan berdasarkan fakta historis dan energi di perut bumi," urainya.

Karena itu, Andi mengimbau kepada seluruh pejabat dan pengambil keputusan di kawasan Barat Sumatera, dan Jawa Selatan, untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tidak terpicu isu-isu terkait gempa. Masyarakat sebaiknya tetap tenang dan menghindari bangunan tinggi, jika merasakan ada guncangan," tutupnya.

(mad/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads