Yayasan yang bergerak di bidang perlindungan anak, Sejiwa, mencatat jumlah korban tewas akibat MOS terus bertambah. Bila pada 2007 ada 1 orang, tapi pada 2008 dan 2009 meningkat menjadi 3 dan 6 orang.
"Menurut saya MOS ini ngajarin anak-anak kayak jadi topeng monyet," kata Direktur Eksekutif Sejiwa, Diena Haryana, dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak di Hotel The Akmani, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu (24/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini belum tahu datanya, karena masih memantau apa yang terjadi. Tapi kita nggak mau lagi mendengar kejadian itu," harapnya.
Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak, Y Puspito, mengatakan, MOS pada awalnya memang bagus untuk menempa mental para murid baru. Akan tetapi, cara-caranya telah berkembang menjadi kekerasan fisik dari senior kepada junior.
"Gaya militeristiknya itu yang tidak betul. Kami akan menyampaikan hal ini kepada kementerian terkait, karena kami bukan dalam taraf kebijakan. Itu kewenangan Kemendiknas," tegas Puspito.
(irw/lh)











































