"Tidak akan mempengaruhi citra beliau, tapi akan lebih baik kalau menindak oknum yang over acting," kata pengamat komunikasi politik UI, Bachtiar Aly saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/7/2010).
Dia menilai, insiden seperti itu sudah menjadi opini publik dan banyak diskusikan. Karena itu harus segera ada tindakan dari istana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak istana juga mesti merespons positif keluhan warga. Hal ini dinilai sebagai peningkatan iklim demokrasi di Indonesia.
"Masyarakat berani protes karena sadar hak-haknya. Dan ada kewajiban dari pemerintah untuk meresponsnya," tutupnya.
Sebelumnya beberapa waktu lalu, dalam surat pembaca Kompas seorang warga bernama Hendra NS mengaku mendapat perlakuan tidak wajar dari voorijder pengawalan presiden. Kemudian Jumat 23 Juli, saat hari anak nasional seorang bocah CL mengaku ditoyor oknum yang diduga Paspampres.
Pihak istana sudah merespons insiden terkait suara pembaca Hendra NS dengan melakukan penyelidikan, dan insiden penoyoran juga demikian. Ditegaskan Jubir Istana Julian Pasha pelaku bukan Paspampres, namun juga dilakukan penyelidikan.
(ndr/ken)











































