Mantan Sekmil: Anak Kecil Bukan Ancaman

Insiden Hari Anak Nasional

Mantan Sekmil: Anak Kecil Bukan Ancaman

- detikNews
Jumat, 23 Jul 2010 22:04 WIB
Mantan Sekmil: Anak Kecil Bukan Ancaman
Jakarta - Insiden penoyoran kepada CL (9) oleh orang yang diduga Paspampres dalam peringatan Hari Anak Nasional terus menuai kritik. Mantan Sekretaris Militer Presiden, TB Hasanuddin, meminta Paspampres tidak overacting dalam melakukan tugas pengawalan.

"Kalau sampai melakukan itu (penoyoran), itu tidak pantas. Anak kecil tidak mungkin melakukan ancaman," kata Hasanuddin yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR kepada detikcom melalui telepon, Jumat (23/7/2010).

Selain memberi dukungan administrasi, sekmil juga memberikan dukungan teknis kepada presiden termasuk dalam hal prosedur pengawalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasanuddin menjelaskan, Paspamres sebenarnya sudah dilatih untuk bisa membedakan mana ancaman mana yang tidak. Namun, jika untuk anak-anak, sangat kecil kemungkinan bisa menjadi ancaman.

"Kalau anak-anak kan memang biasa ngeloyor ke sana ke sini, kecuali orang dewasa yang pantas dicurigai membawa sesuatu. Kalau sampai ada yang ditoyor, itu kesalahan anggota paspampres. Jangan kelewatan lah, jangan overacting," tambah purnawirawan mayjen ini.

Mantan pengawal 5 presiden ini mengatakan, dalam pengawalan presiden memang kerap ditemui masyarakat yang ingin mendekat presiden untuk sekedar cium tangan. Menurutnya, justru di situ Paspampres harus bisa membedakan mana yang membawa ancaman dan mana yang tidak.

"Harus pintar membedakan, meski harus berpikir dalam hitungan detik," kata Hasanuddin yang pernah menjabat sekmil Presiden SBY selama 4 bulan ini.

Pihak Istana diwakili Juru Bicara Presiden Julian Adrian Pasha membantah pelaku penoyoran dari anggota Paspamres. Pihaknya kini masih menyelidiki insiden tersebut.

"Saya sudah melakukan komunikasi dengan ibu korban dan CL sendiri dan kini sedang ditelusuri tapi setelah saya melakukan komunikasi, baik dengan CL maupun ibu korban sepertinya pelakunya itu bukan Paspampres," kata Julian kepada detikcom.
(lrn/ape)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads