TDL Naik, Karyawan Mal Terancam PHK

TDL Naik, Karyawan Mal Terancam PHK

- detikNews
Jumat, 23 Jul 2010 19:58 WIB
Jakarta - Kebijakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) menaikkanTarif Dasar Listrik (TDL) dikeluhkan oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Dikhawatirkan, kenaikan ini akan berimbas pada para karyawan yang bekerja di pusat-pusat perbelanjaan.

"Kalau memang kenaikannya sebesar itu, maka tidak menutup kemungkinan akan banyak PHK," ujar Ketua APPBI Stefanus Ridwan kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (23/7/2010).

Menurut Stefanus, berdasarkan data yang dimiliki, total ada 71 mal di seluruh Indonesia yang tergabung dalam APPBI, 10 mal baru beroperasi di atas tahun 2008. Setiap mal dapat menampung 3.500 sampai 7.000 pekerja disesuaikan dengan besaran mal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seandainya memang ada kenaikan dan biaya dibebankan kepada para pemilik kios atau toko. Sehingga, untuk menekan biaya maka salah satunya adalah dengan pengurangan karyawan," jelasnya.

Kondisi seperti ini lanjutnya, sangat tidak kondusif. Tidak hanya mal baru yang terkena imbas, mal-mal yang sudah lama beroperasi juga terkena dampaknya. "Mal yang sudah lama juga sedang berbenah diri agar bisa bertahan," imbuhnya.

Pengelola Blok M Square T Simandjuntak mengatakan, pihaknya merasa keberatan dengan kenaikan tersebut. Karena, banyak pedagang yang justru mengeluhkan bila kenaikan tersebut direalisasikan maka harga barang yang dijual pasti akan mengalami kenaikan.

"Kami pastinya akan menaikan biaya listrik yang pastinya akan membebani mereka," katanya.

Dia melanjutkan, para pedagang mengancam akan melakukan aksi jika PLN tidak mengembalikan kepada tarif TDL. "Mereka mengancam akan melakukan aksi demo," tutupnya.
(did/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads