KLB Rabies, Bali Krisis Stok Vaksin Rabies

KLB Rabies, Bali Krisis Stok Vaksin Rabies

- detikNews
Jumat, 23 Jul 2010 19:02 WIB
Denpasar - Korban tewas rabies di Bali telah mencapai 74 orang. Namun penanganan rabies yang mewabah sejak 2008 belum tertangani dengan baik. Bahkan, di tengah kepungan korban gigitan, justru Bali mengalami krisis Vaksin Anti Rabies (VAR).

Dua korban teranyar yang tewas adalah Wayan Seraya (67) danย  Wayan Reti (80) asal Kabupaten Karangasem. Seraya meninggal justru saat mobil ambulan yang membawanya hampir tiba di RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (22/7/2010). Sedangkan Reti meninggal sehari sebelumnya, Rabu (21/7/2010) setelah menjalani perawatan di RSUP Sanglah.ย  Kedua korban tewas karena tidak mendapatkan VAR di Puskesmas.

"Bapak pernah ke Puskesmas namun tidak mendapatkan vaksi karena menurut petugas vaksinnya habis," kata anak korban Made Edi di kamar jenasah RSUP Sanglah, Jumat (23/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis stok VAR diakui Pemprov Bali. Tercatat enam dari sembilan kabupaten di Bali mengalami kehabisan stok VAR, yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Klungkung, Bangli dan Buleleng. "Wabah rabies di daerah sangat cepat sehingga persediaan VAR habis," ujar Kepala Humas Pemprov Bali Ketut Teneng.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali, tercatat terdapat 28.633 kasus gigitan anjing. Sebanyak 36 korban tewas dinyatakan positif rabies.

Kehabisan stok VAR di kabupaten, menurut Teneng karena beberapa kabupaten memang tidak mengalokasikan dana pembelian VAR. Alasannya aokasi dana APBD lebih awal dilakukan sebelum terjadinya KLB rabies di Bali.

Sementara itu, pada Januari-Juni 2010, Pemprov Bali telah menghabiskan dana mencapai Rp 2,5 miliar untuk untuk membeli 19.000 vial VAR yang didistribusikan ke RSUP Sanglah dan kabupaten.

(djo/djo)


Berita Terkait