Dua korban teranyar yang tewas adalah Wayan Seraya (67) danย Wayan Reti (80) asal Kabupaten Karangasem. Seraya meninggal justru saat mobil ambulan yang membawanya hampir tiba di RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (22/7/2010). Sedangkan Reti meninggal sehari sebelumnya, Rabu (21/7/2010) setelah menjalani perawatan di RSUP Sanglah.ย Kedua korban tewas karena tidak mendapatkan VAR di Puskesmas.
"Bapak pernah ke Puskesmas namun tidak mendapatkan vaksi karena menurut petugas vaksinnya habis," kata anak korban Made Edi di kamar jenasah RSUP Sanglah, Jumat (23/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali, tercatat terdapat 28.633 kasus gigitan anjing. Sebanyak 36 korban tewas dinyatakan positif rabies.
Kehabisan stok VAR di kabupaten, menurut Teneng karena beberapa kabupaten memang tidak mengalokasikan dana pembelian VAR. Alasannya aokasi dana APBD lebih awal dilakukan sebelum terjadinya KLB rabies di Bali.
Sementara itu, pada Januari-Juni 2010, Pemprov Bali telah menghabiskan dana mencapai Rp 2,5 miliar untuk untuk membeli 19.000 vial VAR yang didistribusikan ke RSUP Sanglah dan kabupaten.
(djo/djo)











































