"Harus ada resolusi bagi Israel," tutur Jeremy dalam diskusi bertema 'Countering Extremism: UK and Indonesia Experience' berlangsung di Diorama Room UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang, Jumat (23/7/2010).
Menurut Jeremy, resolusi tersebut diperlukan untuk menjamin keselamatan warga Palestina dan juga wilayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, Israel terus memblokade jalur Gaza dan menutup akses bantuan dari luar untuk Palestina. Bahkan yang terbaru, Israel menyerang dan menembaki kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang membawa para relawan dari Turki dan negara lain termasuk Indonesia. Sembilan relawan Turki tewas akibat insiden tersebut.
Dalam diskusi tersebut, Jeremy juga menyampaikan pandangan dan posisi Inggris terhadap apa yang terjadi di Afghanistan. Jeremy membantah, dukungan Inggris bagi Amerika Serikat di Afghanistan adalah untuk memusnahkan umat muslim.
"Apa yang kami lakukan di Afghanistan adalah untuk meningkatkan standar hidup masyarakat. Itu sama sekali bukan diskriminasi," tegasnya.
Menurut Jeremy, tidak diragukan lagi bahwa di Afghanistan terdapat pelatihan bagi para ektremis yang bisa berkembang luas menjadi terorisme. Dan apa yang dilakukan tentara Inggris di sana adalah untuk membantu masyarakat Afghanistan.
(nvc/nwk)










































