Diskusi bertema 'Countering Extremism: UK and Indonesia Experience' berlangsung di Diorama Room UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang, Jumat (23/7/2010).
Hadir pula Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Komaruddin Hidayat dan penulis buku 'Temanku, Teroris?' Noor Huda Ismail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memiliki pengalaman yang sama tentang teroris radikal. Pada 7 Juli 2004, kami diguncang bom, ada 4 bom bahkan. Dampaknya sangat hebat bagi warga Inggris," tuturnya.
Menurut Jeremy, faktor krusial tentang aksi terorisme adalah menunggu kapan aksi itu terjadi dan mencoba menangkap tanda-tanda yang muncul untuk mencegah aksi tersebut.
Hal tersebut perlu diantisipasi untuk melindungi masyarakat. Jeremy mengungkapkan, diperlukan adanya pengetahuan yang cukup tentang pola-pola terorisme.
"Perlu pembelajaran untuk mengetahui lokasi-lokasi dan aktivitas-aktivitas yang mungkin menjadi sasaran," terangnya.
Jeremy juga menekankan pada pentingnya kerjasama antar negara dalam menanggulangi aksi terorisme yang semakin meluas. Kemudian juga, dengan belajar dari negara-negara lain yang memiliki pengalaman melawan aksi terorisme.
Untuk menanggulangi kaum ektremis yang mungkin berkembang menjadi terorisme, Jeremy menuturkan, pemerintah yang harus bekerja lebih giat. "Yaitu dengan meningkatkan pasukan keamanan dan juga menciptakan perundang-undangan khusus terorisme," ucapnya.
Kemudian mengenai kehidupan umat muslim di negara non-muslim, Jeremy mengatakan, banyak warga muslim di negaranya. Namun, lanjut dia, kebijakan pemerintah selalu mengutamakan kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat.
Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia pada 22-23 Juli 2010 ini, Jeremy membawa misi untuk meningkatkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam hal kesejahteraan global dan pertumbuhan ramah lingkungan. Selain menghadiri diskusi tentang terorisme, Jeremy juga dijadwalkan bertemu dengan Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan pejabat lainnya.
Jeremy Browne merupakan menteri pertama Inggris yang melakukan kunjungan ke Indonesia sejak pemerintahan baru terbentuk setelah pemilu di Inggris Mei lalu. Jeremy mulai menjabat sebagai Menteri Negara Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris pada 14 Mei 2010.
Sebelumnya, Jeremy menjadi anggota parlemen Inggris untuk wilayah Taunton Deane sejak Mei 2005. Yang menarik, Jeremy pernah tinggal di beberapa negara, seperti negara mayoritas muslim Iran dan Zimbabwe.
(nvc/nwk)











































