"Semuanya harus dipertemukan agar clear, jelas, termasuk Ketua DPR dulu. Dibicarakan bersama bagaimana bisa terjadi. Ini bukan permasalahan DPR saja. Termasuk juga Setneg harus dipertemukan," kata Idrus kepada detikcom.
Pernyataan tersebut dikatakannya sebelum acara 'Silaturahmi dan Dialog Bidang Ketenagakerjaan DPP Partai Golkar dengan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)', Jalan Cipinang Muara Raya, Jakarta Timur, Jumat (23/7/2010).
Dalam pembangunan Taman Ria, jelasnya, tentu ada kesepakatan antara beberapa pihak. Jangan sampai kesepakatan yang telah dibuat tersebut tanpa ada alasan jelas tiba-tiba dibongkar.
"Semuanya harus clear. Bagaimana dulu latar belakangnya, bagaimana proses-proses kerjasamanya. Jangan sampai di balik itu orang punya maksud tertentu," ujar Idrus.
Idrus enggan disebut mencurigai pihak tertentu yang disebutkannya memiliki maksud di balik penolakan pembangunan Mal Taman Ria Senayan. "Saya tidak menengarai orang ada kepentingan di balik itu, clear-kan semua. Orang yang sudah bekerjasama dipanggil baik-baik. Pihak ketiga juga punya hak," tuturnya.
"Perlu di-clear-kan semuanya. Jangan karena ketidaksukaan kepada pihak tertentu, kemudian memakai berbagai cara dan merasa idealis padahal ada maksud tertentu," imbuhnya.
(ahy/nwk)











































