"Walhi menolak rencana pembangunan itu," kata Direktur Walhi Daerah Jakarta, Ubaydilah, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (23/7/2010).
Kawasan Jakarta, lanjut Ubaydilah, sudah terlalu banyak dibebani dengan mal. Di kawasan Senayan saja, sudah lebih dari lima mal yang saling berdekatan. Mulai dari Senayan City, Plaza Senayan, FX, Senayan Trade Center, dan Ratu Plaza. Di kawasan mal tersebut diketahui juga minim transportasi umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walhi tidak percaya dengan janji pengembang, PT Ariobimo Laguna Perkasa, yang hanya akan menggunakan 10 persen dari area tersebut sebagai bangunan. Sedangkan sisanya akan dikelola sebagai taman kota sehingga akan menjadi pusat rekreasi terhijau di Ibukota.
"Tapi faktanya, yang sudah-sudah, pelan-pelan dibangun ruko-ruko, nanti akhirnya bisa lebih 10 persen," tegasnya.
Tanah Taman Ria Senayan adalah milik Setneg. Setelah dibangun oleh Ariobimo, kawasan tersebut disewa oleh Grup Lippo selama 30 tahun. DPR yang bertetangga dengan kawasan itu tidak setuju dengan pembangunan itu karena kawasan itu termasuk kompleks DPR/MPR.
(mok/nrl)











































