Kemlu akan Tindak Lanjuti Kasus Kematian TKW Indramayu di Kuwait

Kemlu akan Tindak Lanjuti Kasus Kematian TKW Indramayu di Kuwait

- detikNews
Jumat, 23 Jul 2010 08:29 WIB
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah menerima laporan kematian Sariah (37), TKW asal Indramayu yang tewas di Kuwait. Dalam laporan resmi dari Kedubes RI di Kuwait dan Kemenlu, Sariah meninggal dengan wajar. Akan tetapi hasil otopsi menunjukkan Sariah mengalami penganiayaan terlebih dahulu.

"Kalau hasilnya begitu ya kita meneruskan kembali. Akan kita tindak lanjuti. Kami telah mendengar kemarin dari Pak Mun'im Idris (dokter forensik RSCM)," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Teguh Wardoyo saat dihubungi detikcom, Jumat (23/7/2010).

Menurut Teguh, bila terjadi kesalahan berkas, sepenuhnya menjadi tanggung jawab rumah sakit dan dokter di Kuwait. Sementara pihak Kedubes RI dan Kemlu meneruskan hasilnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedutaan Besar bukan rumah sakit dan dokter. Kedubes bukan polisi, bukan rumah sakit. Kalau ada pemalsuan dari Kuwait itu tanggung jawab dari dokter di sana. Perwakilan kita kan mengurusi banyak hal," imbuhnya.

Sariah berangkat ke Kuwait sejak 2008 dan sempat berganti majikan hingga 3 kali. Pada majikan terakhir, Sariah mengaku majikannya galak. Dalam pembicaraan sebelum meninggal, Sariah mengaku sempat disekap, dipukuli dan dikunci dalam kamar tanpa diberi makan.

Saat ditemukan tewas, pihak RS Kuwait menyatakan kematian pahlawan devisa tersebut karena sebab yang wajar. Lalu jenazah diberikan ke Kedubes RI di Kuwait dan diterbangkan ke Jakarta tanpa otopsi dari pemerintah dalam hal ini Kemenlu.

Keluarga Sariah yang curiga memilih mengotopsi sendiri di RSCM Jakarta. Hasilnya, pada jenazah korban ditemui bekas penganiayaan akibat benda keras di kepala dan leher. Kemudian ia dikubur di desanya,  Desa Tersana, RT 8/2, Sukagumiwang, Indramayu, Kamis (22/7/2010) malam.

(Ari/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini