"Kalau hasilnya begitu ya kita meneruskan kembali. Akan kita tindak lanjuti. Kami telah mendengar kemarin dari Pak Mun'im Idris (dokter forensik RSCM)," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Teguh Wardoyo saat dihubungi detikcom, Jumat (23/7/2010).
Menurut Teguh, bila terjadi kesalahan berkas, sepenuhnya menjadi tanggung jawab rumah sakit dan dokter di Kuwait. Sementara pihak Kedubes RI dan Kemlu meneruskan hasilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sariah berangkat ke Kuwait sejak 2008 dan sempat berganti majikan hingga 3 kali. Pada majikan terakhir, Sariah mengaku majikannya galak. Dalam pembicaraan sebelum meninggal, Sariah mengaku sempat disekap, dipukuli dan dikunci dalam kamar tanpa diberi makan.
Saat ditemukan tewas, pihak RS Kuwait menyatakan kematian pahlawan devisa tersebut karena sebab yang wajar. Lalu jenazah diberikan ke Kedubes RI di Kuwait dan diterbangkan ke Jakarta tanpa otopsi dari pemerintah dalam hal ini Kemenlu.
Keluarga Sariah yang curiga memilih mengotopsi sendiri di RSCM Jakarta. Hasilnya, pada jenazah korban ditemui bekas penganiayaan akibat benda keras di kepala dan leher. Kemudian ia dikubur di desanya, Desa Tersana, RT 8/2, Sukagumiwang, Indramayu, Kamis (22/7/2010) malam.
(Ari/nrl)










































