"Saya pikir, usulan itu cukup masuk akal bisa diakomodasi," ujar Ketua Forum Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, saat dihubungi detikcom, Jumat (23/7/2010).
Sebastian menilai, cara ini bisa menjadi terobosan alternatif untuk membuat jera para anggota DPR yang malas. Soalnya, imbuh Sebastian, belum ada aturan yang mengikat politisi agar tidak pernah absen dalam rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun mereka (parpol) bilang itu bukan wewenang, nggak jadi deh," ungkap Sebastian.
Selain pemotongan tunjangan, Formappi juga menyarankan agar pihak DPR berani menempel foto-foto anggotanya yang malas. "Tempelin saja di perempatan-perempatan, biar rakyat semua tahu," pungkasnya.
(mok/nrl)











































