"Ya benar ada kekerasan. Bekasnya ada di kepala, di batang otak," kata Dr Mun'im Idris saat dihubungi detikcom, Kamis (22/7/2010).
Mun'im diminta keluarga Sariah untuk mengotopsi jenazah yang ditulis dalam dokumen resmi Kementrian Luar Negeri (Kemlu) meninggal karena hal yang wajar. Tetapi keluarga mencurigai kematian Sariah karena beberapa hari sebelum tewas, Sariah mengabari kerabat di Indramayu bahwa dirinya tengah ada masalah yakni majikan galak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau lihat dari hasil otopsi, ini bukan penyakit normal. Ada juga bekas cekikan di leher," imbuh Mun'im.
Sariah diketahui tewas di Kuwait tanggal 7 Juli lampau. Jenazahnya sampai di Jakarta 2 pekan kemudian. Sesampainya di jakarta, keluarga mengotopsi jenazah Sariah. Kemudian langsung dikuburkan di desanya, desa Tersana, RT 8/2, Sukagumiwang, Indramayu.
Sariah berangkat ke Kuwait sejak 2008. Kepergiaanya merupakan kali kelima berangkat sebagai TKW. Ia sempat bekerja di Arab Saudi dan Yordania. Perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga ituย meninggalkan satu suami dan seorang anak. (Ari/mok)











































