"Langsung dikuburkan di desanya. Keluarganya sangat tertekan karena korban tidak pernah ada masalah sejak 5 kali menjadi TKW," kata Nurharsono, aktivis dari Migrant Care kepada detikcom, usai ikut mengubur jenazah korban di desa Tersana, RT 8/2, Sukagumiwang, Indramayu, Kamis (22/7/2010) malam.
Jenazah Sariah tiba di Bandara Soekarno-Hatta Kamis siang dan membawa mayat korban ke RSCM Jakarta untuk diotopsi. Hasilnya, Sariah terbukti mengalami kekerasan benda tumpul dan penyiksaan sebelum tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum meninggal, Sariah sempat berkomunikasi dengan keluarga korban. Sariah menceritakan, ia tengah menghadapai situasi sulit yakni majikan yang galak. Sariah juga mengaku pernah disekap, dipukul, dilempar dari pintu dan disekap 3 hari tanpa diberi makan.
Sariah berangkat ke Kuwait sejak 2008. Kepergiaanya merupakan kali kelima berangkat sebagai TKW. Ia sempat bekerja di Arab Saudi dan Yordania. Perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga ituย meninggalkan satu suami dan seorang anak. (Ari/mok)











































