"Untuk memperbaiki tingkat kehadiran, F-PPP mengusulkan agar tingkat kehadiran anggota dewan dikaitkan langsung dengan remunerasi yang diterima," ujar Ketua DPP PPP Romahurmuzi dalam rilisnya, Kamis (22/7/2010).
Menurut Romahurmuzi, para pembolos dianggap tidak kapok karena tidak menerima sanksi secara langsung. Bila sidang dianggap tidak penting, anggota dewan dengan mudah membolos tanpa takut terkena sanksi namun tetap memperoleh uang tunjangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahuui, dari hari ke hari jumlah peserta sidang makin menurun. Berbeda dengan periode sebelumnya yang sepi saat menjelang pemilu saja. Kali ini, kata Romy, baru 1 tahun sudah sepi membuat F PPP prihatin.
"Fenomena rendahnya kehadiran, biasanya terjadi setelah tahun ke-4 karena kesibukan menjelang pemilu. Namun sekarang belum genap 1 tahun sudah sangat menurun kinerjanya," keluh Romy.
(Ari/mok)











































