Beijing Janjikan Kemakmuran Xinjiang Tahun 2015

Beijing Janjikan Kemakmuran Xinjiang Tahun 2015

- detikNews
Kamis, 22 Jul 2010 22:42 WIB
Jakarta - Pemerintah China terus berusaha memulihkan Xinjiang, salah satu provinsi di negaranya yang dilanda konflik berbau SARA setahun lalu. Daerah dengan penduduk mayoritas muslim itu dijanjikan akan hidup makmur pada tahun 2015.

"Dan kami sedang berencana pada 2015 taraf perkembangan di Xinjiang akan sampai taraf rata-rata atau makmur," kata Menteri Urusan Agama China Wang Zuqan usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (22/7/2010).

Menurut Wang, pada tahun itu, Xinjiang yang berada di China barat laut akan sama taraf kesejahteraannya dengan provinsi lain di wilayah timur dan tengah. Ini merupakan bantuan terbesar yang diberikan China terhadap satu wilayahnya sepanjang sejarah modern negeri Tirai Bambu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan kebijakan ini disambut baik oleh seluruh umat muslim di Xinjiang dan mereka yakin masa depan Xinjiang akan semakin bagus dan kehidupannya akan semakin baik," lanjutnya.

Wang menjelaskan, saat ini jumlah penduduk muslim di China sebanyak 21 juta. Hampir 50 persen penduduk dari jumlah itu tinggal di Xinjiang.

"Di sana penduduk muslim jumlahnya 21 juta. Di provinsi Xinjiang ada sekarang sedang hidup muslim berpopulasi lebih dari 50 persen dari seluruh populasi muslim di China," terangnya.

Terkait kedatangannya di Indonesia, Wang mengatakan untuk mempererat kerja sama di antara dua negara sekaligus kerjasama kaum muslim antara Indonesia-China. Kunjungan ini juga dalam rangka penyelenggaraan pameran kebudayaan Islam China-Indonesia yang akan dimulai Jumat (23/7) besok, di Balai Kartini, Jakarta.

"Pameran kali ini akan berisi gambar, foto-foto, kaligrafi, lukisan, tarian-tarian dan juga acara membaca Al-Quran. Ini untuk memperlihatkan sejarah dan pertukaran umat Islam kedua negara," katanya.

Wang menambahkan, pemerintah China menggandeng Asosiasi Muslim China untuk kepentingan pameran tersebut. Kesempatan kunjungannya ke Indonesia ini juga akan dimanfaatkan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh Islam Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

(irw/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini