"Kita sambut gembira karena ada jalan untuk meningkatkan keterampilan pasukan kita," ujar Muzani kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Muzani menyampaikan, kerjasama militer antara Indonesia dengan Amerika cukup bagus meski pada akhir Orde Baru sempat terjadi masalah karena dinilai melakukan pelanggaran HAM. Karena itulah Amerika kemudian memutuskan kerjasama militer.
"Buntutnya tidak hanya latihan bersama dibatalkan, tetapi juga tidak ada aliran suku cadang alutsista militer buatan Amerika karena dibekukan," terang Muzani.
Muzani mengungkapkan, pada saat DPR melakukan fit and proper test calon Dubes Indonesia untuk Amerika yakni Dino Patti Djalal, DPR meminta agar memprioritaskan dia memprioritaskan soal pemulihan kerjasama ini. Kini misi tersebut dinilai berhasil meski pemerintah tetap harus waspada.
"Karena tugas prioritas Dubes Indonesia untuk Amerika antara lain hal ini, jadi kita apresiasi. Tapi harus tetap waspada jangan sampai Amerika main putus tanpa menjelaskan pelanggaran HAM seperti apa yang dilakukan pasukan kita," papar Muzani.
Muzani berharap hubungan kerjasama pasukan ini diteruskan. Muzani menilai kedua negara saling membutuhkan. "Saya kira hubungan itu saling memerlukan, karena Indonesai negara besar di Asia Tenggara dan Amerika memerlukan pengalaman kita menjaga kawasan," tutupnya. (van/yid)











































