"Jangan cuma kritik dong. Seharusnya DPR dan Pemerintah pusat membantu mengatasi kemacetan. Tindakan kongkret yang kita perlukan," ujar Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azaz Tigor Nainggolan saat dihubungi detikcom, Kamis (22/7/2010).
Menurut Tigor, DPR bisa membantu mengatasi kemacetan dengan kewenangan yang mereka miliki. Salah satunya memecahkan persoalan perbedaan tarif bahan bakar gas (BBG) yang membuat pelayanan bus transJ menjadi terhambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tigor yang juga pengusaha metromini ini juga sepakat terkait usulan DPRD DKI agar DPR dan Pemerintah Pusat membuat UU untuk membatasi usia kendaraan.
"Pembatasan usia kendaraan itu bisa juga dilakukan oleh DPR. Mengingat saat ini penumpukkan kendaraan karena tidak adanya pembatasan usia kendaraan. Walaupun itu perlu kajian yang mendalam," tambah pria plontos ini.
Selain diminta untuk membuat UU pembatasan usia kendaraan, DTKJ meminta DPR untuk segera merevisi UU retribusi agar elektronik road pricing (ERP) pengganti sistem 3 in 1 bisa segera diterapkan.
"ERP itu perlu payung hukum dan dalam UU retribusi itu belum diatur. DPR harusnya bisa merevisi agar ERP nanti bisa diterapkan karena ada landasan hukum yang kuat," tutupnya.
(her/gus)











































