Aksi perampokan di BRI Unit Butuh terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (21/7/2010). Para pelaku yang diperkirakan berjumlah 3 orang menjebol pintu depan kantor bank tersebut.
"Mendengar suara ribut saya bangun, tapi tahu-tahu sudah ditodong pistol dan kemudian mengikat saya. Mata saya juga ditutup sehingga tidak bisa melihat," kata Purnomo, Satpam BRI Unit Butuh, di RSU Palang Biru Kutoarjo, Purworejo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang bilang jangan kencang-kencang mengikatnya. Logatnya seperti orang Betawi (Jakarta). Mereka berambut cepak dan berbadan tegap," ungkap Purnomo.
Usai melumpuhkan Purnomo, pelaku berusaha menggasak uang nasabah yang tersimpan di brankas. Namun upaya itu gagal karena brankas tersebut cukup kuat.
"Setelah sekian lama berusaha dan tidak berhasil membuka brankas, pelaku kemudian pergi. Mungkin mereka takut kesiangan," kata Kapolres Purworejo, AKBP Agus Krisdianto.
Menurut Agus, Purnomo ditemukan warga dalam kondisi pingsan dengan tangan, kaki serta mulut terikat lakban. Warga masuk ke dalam kantor bank karena curiga tak juga melihat purnomo meski sudah siang. Sebab biasanya dia menyapu halaman kantor BRI Unit Buntuh pada pagi hari.
Sebelumnya diberitakan, kawanan perampok beraksi di kantor BRI Unit Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah. Menurut saksi mata, pelaku berjumlah 3 orang menggunakan kijang Innova plat B dan berbekal senpi. Mereka berhasil menggasak uang tunai Rp 187 juta. Belum ada kepastian, apakah pelaku perampokan di BRI Unit Buntuh adalah orang-orang yang sama dengan pelaku perampokan di BRI Kemranjen.
(djo/djo)











































