Aksi demo tersebut dilakukan oleh mahasiswa dari Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI). Aksi dimulai dari Taman Parkir di Jalan Abu Bakar Ali menuju gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro.
Massa tampak membawa berbagai poster dan spanduk. Beberapa poster itu di antaranya bertuliskan "TDL : Tambah Derita Lagi', 'Subsidi Disunat Rakyat Melarat', 'Kenaikan TDL Biangnya PHK', 'Kenaikan TDL+ACFTA = Kolaps', 'TDL Naik Rakyat Boikot Bayar Pajak', 'TDL naik leher terasa dicekik', dan 'Batalkan kenaikan TDL'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebijakan pemerintah menaikkan TDL merupakan buntut kebijakan politik yang neolib. Ini membuktikan pemerintah Indonesia tidak pernah berpihak kepada rakyat kecil," kata koordinator aksi Julian Sukma.
Menurut dia, akibat kenaikan TDL hampir pasti akan diikuti kenaikan harga sembako, transportasi yang mulai terasa hingga 3 bulan ke depan atau setelah lebaran. Tidak hanya itu, tabung gas elpiji yang dinilai tidak aman itu juga bakal ikut naik.
"Efeknya akan luas di masyarakat. Ribuan UMKM yang ada di DIY dan daerah lain bakal gulung tikar. Bisa jadi akan ada PHK akibat daya beli masyarakat turun. Karena itu tuntutan kami hanya satu tolak dan batalkan kenaikan TDL," katanya.
(djo/djo)










































