"Kalau sudah (disampaikan ke penyidik), penyidik akan mencari tahu kebenaran itu. Data yang sudah masuk akan diolah dan diuji kebenarannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Polisi juga akan mencari lebih tahu mengenai AKBP S ini dari Tama. "Yang pertama kita ingin tahu dulu, siapa AKBP S ini," imbuhnya.
Sebelumnya Tama mengaku, Satu hari sebelum hari penganiayaan, dia mendapat tawaran perlindungan dari seorang polisi. Menurut Tama, perwira itu berinisial S.
"S menawarkan pengamanan untuk saya dan ICW agar kejadian di Tempo tidak terulang lagi," kata Tama usai diperiksa di kantor Polres, Jakarta Selatan, Rabu (21/7/2010).
Sayangnya, Tama enggan menjelaskan lebih lanjut siapa S tersebut. Namun, ia mengatakan bahwa S dikenalkan oleh seorang temannya.
"Saya kenal dari teman. S ini dekat dengan aktivis mahasiswa. Kebetulan teman saya itu aktivis mahasiswa. Dia menawarkan bantuan melindungi," tambahnya.
(ndr/fay)











































