Wakapolres Jakarta Barat AKBP Aan Suhanan mengatakan, polisi sudah berusaha melacak keberadaan pelaku melalui rekening tabungan. Para penjahat langsung mengambil uang tebusan sebesar Rp 6 juta yang ditransfer oleh ayah korban Senin malam saat kejadian.
"Kita langsung cek ternyata nama pemilik, alamatnya fiktif, KTP-nya juga palsu," kata Aan kepada wartawan, Kamis (22/7/2010).
Menurut Aan, pada saat pelaku meminta tebusan, mereka menggunakan telepon seluler milik Hans untuk menghubungi orangtuanya. Agar identitas mereka tidak dikenali korban dan sopirnya langsung ditutup matanya.
"Korban dan sopirnya mengaku ditutup matanya oleh pelaku sehingga tidak mengenali wajah para pelaku," tutupnya.
Selesai pulang bimbingan belajar di Taman Duta Harapan Indah, Teluk Gong, Jakarta Utara Hans bersama sopirnya Yanto (50) berencana pulang ke rumah, tetapi ada teman ikut pulang bareng sehingga kendaraan diarahkan ke rumah teman Hans di kawasan Angke Jaya, Jakarta Barat.
Pada saat mobil berputar di perempatan Jembatan Dua Angke arah Jembatan Lima, tiba-tiba saja mobil korban dipepet oleh Avanza hitam korban dan sopirnya diseret dipaksa naik mobil mereka lalu mereka disuruh duduk di jok belakang dengan tangan diborgol dan mata diplester lakban.
Mobil Toyota Avanza B 1840 UFH milik korban dirampas oleh pelaku. Setelah itu Hans bersama sopirnya Senin malam lalu diturunkan di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
(did/mad)











































